
Semangat Baru di Hari Pertama
Gedung Ukhuwah Al Binaa IBS dipenuhi atmosfer semangat dari para santri baru saat dibukanya kegiatan Usbu’ Ta’aruf (pekan perkenalan santri baru) di Ahad pagi 20 Juli 2025 tahun ajaran 2025/2026. Acara dibuka dengan khidmat oleh Ustadz Said, S.Pd. sebagai pembawa acara dan diawali dengan pembacaan tilawah Al-Qur’an oleh ananda Muhammad Multazan Al Qarni dari kelas 7G. Mengusung tema “Langkah Awal Penuh Cerita, Ukhwah Santri Selamanya”, kegiatan ini menjadi titik awal bagi para santri kelas VII untuk memulai perjalanan mereka dalam kehidupan pesantren yang penuh nilai, kedisiplinan, dan kebersamaan.
Kegiatan ini dibuka secara resmi pada pukul 08.00 WIB oleh Mudirul Ma’had, KH. Aslam Muhsin Abidin, Lc. Sebelum membuka acara, KH. Aslam menyapa para santri baru dengan gaya khasnya yang santai namun membangkitkan semangat.

Yel-Yel Pembakar Semangat dari Mudirul Ma’had
Dengan gaya khas yang akrab dan bersahabat, KH. Aslam mengajak para santri membangun semangat melalui yel-yel yang menghidupkan suasana:
“Kalau Ustadz mengatakan Santri Al Binaa, kalian jawab Bismillah, Bismillah, Bismillah!”
(sambil mengepalkan tangan ke atas)
Tak berhenti di situ, beliau mengajak para santri menyanyikan versi kreatif dari lagu anak-anak “Topi Saya Bundar”, yang liriknya diubah menjadi:
- “Islam agama saya… agama saya Islam… kalau tidak Islam, bukan agama saya!”
- “Al Binaa pesantren saya… pesantren saya Al Binaa… kalau bukan Al Binaa, bukan pesantren saya!”
- Dan dengan gaya bercanda penuh keakraban:
“Aslam mudir saya… mudir saya Aslam… kalau bukan Aslam, bukan mudir saya!”
Tawa ringan dan antusiasme santri pun menghiasi aula, menciptakan atmosfer keakraban yang menyenangkan di hari pertama. Selanjutnya Mudirul Ma’had menasehatkan pentingnya niat yang lurus (ikhlas) dan semangat dalam menuntut ilmu. “Santri adalah pejuang. Kalian datang ke sini bukan sekadar belajar, tapi untuk membentuk diri menjadi pribadi berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi umat,” ujar beliau.

Sambutan Hangat dari Kepala Sekolah SMP IT Al Binaa
Setelah pembukaan oleh Mudirul Ma’had, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Sekolah SMP IT Al Binaa, Dr. Sulaeman, S.Pd., M.M. Dengan nada penuh semangat, beliau memperkenalkan diri kepada para santri baru, sekaligus memberikan suntikan motivasi khasnya.
Tak mau kalah dalam memeriahkan suasana, beliau juga memperkenalkan yel-yel yang menjadi ciri khasnya: ketika Ustadz mengatakan “Santri Al binaa..kalian menjawab”
“Cerdas!” (sambil menunjuk kepala)
“Berkarakter!” (sambil menepuk dada)
“Mandiri!” (sambil mengepalkan tangan)
Para santri pun dengan cepat mengikuti gerakan dan seruan tersebut dengan antusias.
Tak hanya itu, beliau juga mengajak santri menyanyikan penggalan lagu “Di Sini Senang” dengan versi singkat yang mengundang senyum:
“Di sini senang, di sana senang, di mana-mana hatiku senang… sampai situ saja,” ujarnya sontak membuat para santri ikut tersenyum dan menirukan dengan semangat.

Pekan Perkenalan yang Membangun
Dalam sambutannya, Dr. Sulaeman menjelaskan bahwa kegiatan Usbu’ Ta’aruf ini merupakan tahapan awal yang sangat penting bagi para santri baru. “Ini bukan sekadar masa orientasi, tetapi langkah awal antum semua dalam membentuk karakter dan membangun pondasi yang kuat sebagai santri Al Binaa,” jelas beliau.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan jajaran pimpinan pesantren dan struktural SMP IT Al Binaa oleh Mudirul Ma’had. Para santri diperkenalkan kepada para tokoh penting pimpinan pesantren juga struktur pendidikan dan pengasuhan yang hadir.
Santri pun tampak antusias menyimak, mulai mengenal figur-figur yang akan menjadi pembimbing mereka selama masa pendidikan di pesantren Al Binaa IBS.

Semangat Mengalir Dari Sejarah
Setelah sesi ini, kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan sejarah berdirinya Al Binaa yang disampaikan oleh Ustadz Sufyan Thoha, S.Si., M.Pd. selaku Kepala Yayasan Islam Al Binaa. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bagaimana Al Binaa dibangun dari semangat dakwah dan pengabdian, dengan visi besar untuk melahirkan generasi Qurani yang berilmu, berakhlak, dan berkontribusi nyata dalam masyarakat. Beliau menekankan bahwa setiap santri adalah bagian dari cita-cita besar tersebut.
Usai sesi tersebut, santri diberi waktu untuk Ishoma, lalu mengikuti tes Iqra’ di kelas masing-masing sebagai pemetaan awal kemampuan membaca Al-Qur’an. Kegiatan ini membuka rangkaian Usbu’ Ta’aruf yang berlangsung selama sepekan, 20–27 Juli 2025, mencakup pengenalan lingkungan pesantren, tata tertib, program pendidikan, nilai-nilai dasar Al Binaa, serta PLS untuk membangun kedekatan santri dengan lingkungan tempat mereka akan tumbuh dan belajar.

Menapaki Jalan Ilmu dan Adab
Usbu’ Ta’aruf menjadi langkah awal membangun ukhuwah dan semangat menuntut ilmu di lingkungan pesantren Al Binaa. Di sinilah perjuangan dimulai, dengan ilmu dan adab sebagai bekal utama. Semoga dari perkenalan yang sederhana ini, tumbuh semangat luar biasa untuk menapaki jalan ilmu dengan ikhlas dan istiqamah. Sebab di Al Binaa, setiap langkah adalah perjuangan — dan setiap perjuangan dimulai dari sebuah perkenalan. Aamiin..