Alhimtec Darbiyah 2025

Alhintec Darbiyah 2025: Menumbuhkan Generasi Unggul melalui Bahasa dan Pembinaan Karakter

Setelah pembukaan resmi Alhintec Darbiyah 2025 oleh Mudirul Ma’had, KH. Aslam Muhsin Abidin, Lc., pada Sabtu pagi, 14 Juni 2025, yang mana beliau menyampaikan bahwa penguasaan Bahasa Arab dan Inggris merupakan bagian yang sangat penting bagi santri Al-Binaa untuk berdakwah dan berkontribusi di masa depan.

Karena itu, kegiatan ini perlu dijalankan secara maksimal sebagai bekal bahasa bagi para santri.

Motivasi dari Para Mentor: Bahasa sebagai Jembatan Peradaban

Mentor Kelas ALHINTEC

Sesi selanjutnya adalah pengenalan dan motivasi dari para perwakilan mentor kelas. Dari kelas ALHINTEC (Bahasa Inggris), sambutan diberikan oleh Ustadz Farhan Yazid, S.Pd., yang menggarisbawahi pentingnya Bahasa Inggris dalam era global.

“English is not just a subject — it is the global key to knowledge, communication, and influence. Master it, and the world will open up to you.”

Dalam penyampaiannya, beliau menekankan bahwa Bahasa Inggris saat ini bukan lagi sekadar pelajaran di kelas atau tambahan nilai akademik. Bahasa ini telah menjadi bagian penting dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan hingga dunia kerja, bahkan dalam menyampaikan pesan dakwah. Karena itu, beliau mengajak para santri Al-Binaa untuk tidak hanya serius mempelajarinya, tetapi juga membiasakan diri menggunakannya dalam aktivitas sehari-hari. Dengan kemampuan berbahasa yang terus diasah, santri Al-Binaa kelas IX diharapkan mampu menyampaikan nilai-nilai Islam dengan cara yang lebih luas, terbuka, dan relevan dengan zaman.

Alhimtec Darbiyah 2025

Mentor Kelas DARBIYAH

Sementara itu, perwakilan mentor dari kelas Darbiyah (Bahasa Arab), materi motivasi disampaikan oleh dua asatidz, yakni Ustadz Radivan Tirafi, B.A. dan Ustadz Syafiq Muhamad Rwinky, B.A. Dalam penyampaian motivasinya, Ustadz Radivan Tirafi, B.A. mengangkat tema:

“لماذا نتعلم اللغة العربية؟”

(Mengapa kita perlu belajar Bahasa Arab?)

Beliau menjelaskan bahwa Bahasa Arab adalah bahasa yang pasti 

“اللغة العربية لغة يقينية، تكاد تكون مثل علم الرياضيات في دقتها ووضوحها.”

(Bahasa Arab adalah bahasa yang pasti, hampir menyerupai ilmu matematika dalam ketepatan dan kejelasannya.)

Bahasa Arab memiliki struktur yang logis dan konsisten. Perubahan kecil pada harakat atau susunan kata bisa melahirkan makna yang berbeda secara signifikan. Inilah yang menjadikan Bahasa Arab tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai bahasa ilmu dan pemahaman yang tinggi. Ketepatan gramatikalnya menjadikannya layak disebut sebagai bahasa ilmu yang pastiluqah yaqīniyyah — hampir tanpa ambiguitas dalam penggunaannya.

Beliau menambahkan, “Susunan kosakata Bahasa Arab tampak sederhana, tetapi menyimpan makna yang dalam. Satu kata dapat memiliki banyak makna dan bentuk, tergantung dari pola perubahan dan konteks penggunaannya. Ini menunjukkan kekayaan dan kedalaman Bahasa Arab yang luar biasa.”

Alhintec Darbiyah 2025

Sementara itu, Ustadz Syafiq Muhamad Rwinky, B.A. menegaskan bahwa Bahasa Arab adalah bahasa Al-Qur’an, bahasa wahyu yang Allah pilih untuk menyampaikan ajaran-Nya kepada Nabi Muhammad ﷺ. Ustadz Syafiq menyampaikan bahwa memahami Al-Qur’an tidak cukup hanya lewat terjemahan; memahami langsung dari bahasanya adalah bentuk kedekatan yang lebih dalam dengan pesan ilahi.

Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa Bahasa Arab adalah bahasa yang abadi — bukan hanya karena telah hidup dan digunakan sejak ribuan tahun lalu, tetapi juga karena Allah telah menjaganya melalui Al-Qur’an. Bahkan dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa bahasa manusia di surga adalah Bahasa Arab:

“أحبوا العرب لثلاث: لأني عربي، والقرآن عربي، وكلام أهل الجنة عربي”

(Cintailah orang Arab karena tiga hal: karena aku adalah orang Arab, Al-Qur’an berbahasa Arab, dan bahasa penghuni surga adalah Bahasa Arab.)
— (Riwayat Ath-Thabrani, meskipun sanadnya diperselisihkan, banyak ulama menukil maknanya sebagai bentuk keutamaan Bahasa Arab)

Oleh karena itu, belajar Bahasa Arab bukan hanya soal keterampilan linguistik, tetapi juga bentuk kecintaan kepada agama, kepada Rasulullah ﷺ, dan bekal untuk kehidupan akhirat.

Alhimtec Darbiyah 2025

Seleksi Kelas dan Kegiatan Inti

Usai sesi motivasi, para santri kemudian mengikuti tes seleksi untuk pengelompokan kelas. Tes ini dilakukan di ruang kelas masing-masing dan berlangsung selama kurang lebih 30 menit. Berdasarkan hasil tes tersebut, para santri kemudian dibagi ke dalam 7 kelompok kelas; 4 kelas Alhintec (Bahasa Inggris) dan 3 kelas Darbiyah (Bahasa Arab).

Alhimtec Darbiyah 2025

Sesi Wawancara: Belajar dari Interaksi Nyata

Program utama Alhintec Darbiyah 2025 berlangsung selama sekitar 10 hari. Dalam rentang waktu tersebut, para peserta tidak hanya mendapatkan materi penguatan bahasa secara intensif, tetapi juga melakukan berbagai praktik langsung. Di antara praktik yang paling dinanti adalah wawancara langsung menggunakan Bahasa Inggris atau Bahasa Arab bersama para asatidz dan karyawan pondok, sesuai dengan kelompok masing-masing.

Alhimtec Darbiyah 2025

Pembelajaran yang Interaktif dan Mengasyikkan

Di dalam kelas, suasana pembelajaran dikemas secara menarik dan interaktif. Tidak hanya penyampaian materi dan diskusi, tapi juga diselingi dengan games edukatif yang membangun semangat kolaboratif antar peserta. Kegiatan luar kelas pun tak kalah seru, di sore hari para peserta mengikuti perlombaan olahraga seperti futsal dan basket, yang bertujuan untuk menjaga kebugaran serta mempererat ukhuwah.

Alhimtec Darbiyah 2025

Penguatan Ruhiyah

Pada malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan mengikuti ta’lim di lapangan basket ataupun di masjid Abu Bakar Al Binaa yang menjadi momen penguatan ruhiyah dan penghayatan nilai-nilai keislaman.

Rangkaian kegiatan berlangsung hingga 24 Juni 2025 dan ditutup dengan sesi berenang bersama—momen santai yang mempererat kebersamaan antar peserta. Sebagai penutup resmi, Closing Ceremony Alhintec Darbiyah 2025 akan digelar di Gedung Mustaqbal, Al Binaa IBS.

Alhintec Darbiyah 2025

Penutup

Alhintec Darbiyah 2025 bukan sekadar program bahasa, melainkan ruang tumbuh bagi santri kelas IX Al-Binaa—sebuah perjalanan spiritual, sosial, dan intelektual yang memperkuat ruh tarbiyah serta semangat keilmuan mereka. Pengalaman ini menjadi bekal berharga untuk melanjutkan jenjang berikutnya dengan penguasaan bahasa yang lebih luas dan karakter yang lebih matang.

“The limits of your language are the limits of your world.” — Ludwig Wittgenstein

Semoga program ini menjadi pijakan lahirnya santri-santri Albinaa yang unggul, komunikatif, dan tetap berpijak pada nilai-nilai Islam. Aamiin.


Alhimtec Darbiyah 2025

Pembukaan Resmi Kegiatan Alhintec Darbiyah 2025

Mengawali Langkah dengan Niat yang Ikhlas dan Semangat Baru

Lapangan Basket Ma’had Al Binaa kembali menjadi saksi dimulainya salah satu program unggulan pasca-ujian bagi para santri kelas IX, yaitu Alhintec Darbiyah 2025. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Mudirul Ma’had, KH. Aslam Muhsin Abidin, Lc., pada Sabtu pagi, 14 Juni 2025, dalam suasana penuh semangat dan motivasi.

Alhintec Darbiyah 2025 merupakan program pasca-Ujian Sekolah yang dirancang khusus untuk santri kelas IX Pondok Pesantren Al Binaa. Program ini bertujuan menanamkan karakter, memperkuat penguasaan bahasa Arab dan Inggris, serta menumbuhkan semangat belajar berkelanjutan.

KH. Aslam Muhsin Abidin, Lc. dalam sambutannya menegaskan bahwa Alhintec Darbiyah bukan sekadar kegiatan tambahan, melainkan bagian dari proses penting dalam mendewasakan santri, baik secara akademik maupun spiritual.

Kegiatan ini dilaksanakan selama dua pekan, 14–26 Juni 2025, dengan pusat kegiatan di Lapangan Basket dan ruang-ruang kelas sebagai tempat pembelajaran intensif.

Alhimtec Darbiyah 2025

Start yang Sama, Niat yang Sama

Di ruang terbuka yang dinamis dan penuh semangat – Lapangan basket dipilih sebagai lokasi pembukaan Alhintec Darbiyah 2025. Tempat ini menjadi simbol bahwa setiap peserta memulai dari titik awal yang sama. Dalam analoginya, KH. Aslam Muhsin Abidin, Lc. menyampaikan bahwa keberhasilan dalam sebuah perlombaan sangat bergantung pada bagaimana seseorang memulai—dengan niat yang benar, kesungguhan, dan tekad yang kuat. Prinsip yang sama juga berlaku dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Alhintec Darbiyah ini.

Niat yang ikhlas karena Allah, disertai semangat dan kesungguhan, adalah bekal utama untuk menyerap ilmu dengan baik. KH. Aslam juga mempertegas bahwa keikhlasan harus lahir dari kesadaran akan keterbatasan diri. “Kita ini jāhilun (tidak tahu), maka jangan biarkan ketidaktahuan itu menetap. Kita harus belajar, memulai, dan meninggalkan kekakuan atau rasa enggan untuk mencoba,” tegas beliau.

Alhimtec Darbiyah 2025

Bahasa sebagai Identitas Baru

Salah satu fokus utama dalam Alhintec Darbiyah 2025 adalah pembinaan kemampuan berbahasa Arab dan Inggris. Santri diajak untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga berani menggunakan bahasa dalam kehidupan sehari-hari.

KH. Aslam mengibaratkan proses ini seperti bayi yang baru belajar bicara—harus siap salah, siap belajar, dan terus mencoba meskipun terbata. Tanpa tekad yang kuat dan rasa butuh yang mendalam, kemampuan bahasa hanya akan menjadi potensi yang tidak berkembang. Maka dari itu, keberanian untuk memulai menjadi kunci dalam menjadikan bahasa sebagai identitas baru para santri.

Alhimtec Darbiyah 2025

Pesan: Jangan Jadi Peserta Pasif

Dalam sambutannya, beliau juga menyampaikan peringatan yang tegas dan tandas, beliau mendorong seluruh santri untuk berpartisipasi aktif dalam setiap agenda, baik dalam sesi belajar, presentasi, maupun kegiatan proyek kolaboratif yang menjadi bagian dari program ini.

“Jangan sampai menjadi peserta pasif. Dosa besar kalau ada yang hanya ikut tanpa berpartisipasi aktif.”

Kegiatan ini dirancang bukan sekadar sebagai ajang penyampaian teori, tapi juga wahana praktik langsung dan penguatan karakter.

Alhimtec Darbiyah 2025

Pakaian Lahir dan Batin: Simbol dan Makna

Dalam kegiatan Alhintec Darbiyah 2025, para peserta mengenakan kaus khusus sebagai identitas kegiatan. Namun, Mudirul Ma’had, KH. Aslam Muhsin Abidin, Lc., mengingatkan bahwa selain pakaian lahiriah, santri juga perlu mengenakan “pakaian batin terbaik” selama mengikuti program ini.

Pakaian batin tersebut meliputi:

• Libās ash-shabr – pakaian kesabaran,
Libās al-jidd – pakaian kesungguhan,
Libās ash-shidq – pakaian kejujuran,
Libās al-‘amal – pakaian kerja nyata,
Libās al- himmah – pakaian semangat yang tinggi.

Keberhasilan dalam program ini sangat ditentukan oleh bagaimana peserta membekali diri dengan sikap dan mental yang benar sejak hari pertama. Dengan mengenakan pakaian lahir dan batin secara seimbang, diharapkan seluruh peserta dapat menjalani setiap rangkaian kegiatan dengan penuh makna, kedisiplinan, dan semangat untuk terus berkembang.

Alhimtec Darbiyah 2025

Simbol Penyerahan Amanah

Sebagai tanda dimulainya kegiatan, bendera Alhintec Darbiyah diserahkan secara simbolis oleh Mudirul Ma’had kepada perwakilan peserta. Penyerahan bendera ini menjadi simbol amanah yang harus dijaga dan dijalankan bersama, dengan dilandasi kesungguhan, semangat kerja sama, dan rasa tanggung jawab sepanjang berlangsungnya kegiatan.

Alhimtec Darbiyah 2025

Penutup dan Doa

Sambutan pembukaan kegiatan ini ditutup dengan doa oleh KH. Aslam Muhsin Abidin, Lc., seraya memohon kepada Allah SWT akan kelancaran dan keberkahan dalam program ini:

“(Teruntuk) asatidzah yang akan mengawal kegiatan darbiyah dan alhimtec kita doakan mereka dalam keadaan sehat selalu diberikan keberkahan dan antum semua yang mengikuti kegiatan darbiyah dan alhimtech bisa mengikuti kegiatan ini sampai selesai dan tentu nanti kita akan melihat hasilnya dalam masa proses kegiatan darbiyah dan alhimtec dan puncaknya insya Allah kita akan melihat dalam penampilan seusai kegiatan antum semua, semoga Allah SWT menganugerahkan kepada antum ilmu yang bermanfaat, memudahkan setiap proses dalam menuntut ilmu, serta melapangkan jalan bagi tercapainya seluruh cita-cita antum yang membawa kebaikan dalam agama Islam dan kehidupan. Aamiin”.

Alhimtec Darbiyah 2025

Dengan doa tersebut, Alhintec Darbiyah 2025 resmi dibuka. Kegiatan ini membawa harapan besar bahwa para santri Al Binaa kelas IX yang mengikutinya tidak hanya memperoleh peningkatan kemampuan berbahasa, tetapi juga tumbuh dengan jiwa yang lebih matang serta tekad yang lebih kokoh untuk terus belajar dan berkembang demi meraih masa depan yang gemilang. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin.

Apel pagi 24 Mei 25

Mujahadah di Pagi Hari: Melawan Malas, Menjemput Jalan Cahaya

Refleksi dari Kegiatan Apel Pagi SMPIT Al Binaa, Sabtu 24 Mei 2025

Pada Sabtu pagi, 24 Mei 2025, seluruh santri kelas 7 dan 8 SMPIT Al Binaa bersama para Asatidzah melaksanakan kegiatan apel pagi di Lapangan Al Jasadul Wahid. Kegiatan ini berlangsung khidmat meskipun kelas 9 tidak turut serta karena sedang melaksanakan PSAJ (Penilaian Sumatif Akhir Jenjang) yang telah memasuki hari ke-5 untuk Tahun Pelajaran 2024/2025.

Petugas apel kali ini adalah perwakilan dari santri kelas 8, dan yang bertindak sebagai Pembina Apel adalah Ustadz Masrur Agus Alwi, Lc. 

Apel pagi 24 Mei 25

Barisan Santri kelas 8

Refleksi QS. Al-Ankabut: Ujian sebagai Jalan Kesungguhan

Dalam sesi amanahnya, beliau menyampaikan nasihat yang mendalam dan menginspirasi, dengan menyoroti kandungan, nilai, dan hikmah yang terdapat dalam Surat Al-Ankabut.

Ustadz Masrur menjelaskan bahwa Surat Al-Ankabut termasuk kategori Makkiyah, diturunkan saat fase awal dakwah Rasulullah ﷺ di Mekah. Surat ini terdiri dari 69 ayat, dan pada ayat terakhirnya memuat hikmah yang memberikan motivasi yang menggugah bagi umat beriman dalam berbuat kebaikan:

“Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.”
(QS. Al-Ankabut: 69)

Ayat ini memberikan jaminan dari Allah
bahwa setiap orang yang bersungguh-sungguh akan diberi petunjuk dan kemudahan. Kesungguhan (mujahadah) adalah kunci utama meraih keberhasilan dunia-akhirat, dan ini pula yang menjadi nilai penting dalam kehidupan seorang santri.

Apel pagi 24 Mei 25

Ujian adalah Syarat Keimanan

Pada ayat kedua dari Surat Al-Ankabut, Allah
berfirman:

“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan: ‘Kami telah beriman’, dan mereka tidak diuji?”
(QS. Al-Ankabut: 2)

Ustadz Masrur menekankan bahwa ujian adalah bagian tak terpisahkan dari keimanan. Bahkan, para Nabi pun diuji oleh Allah dengan orang-orang terdekatnya:

  • Nabi Luth AS diuji dengan istrinya.
  • Nabi Ibrahim AS diuji dengan ayahnya.
  • Nabi Nuh AS diuji dengan anaknya.

Begitupun santri Al Binaa akan diuji dengan berbagai hal dalam kehidupan sehari-hari, bahkan teman dan kerabat bisa menjadi bentuk ujian. Namun, hanya orang-orang yang mampu melalui ujian tersebut dengan amal shalih dan kesungguhan yang akan berhasil.

Apel pagi 24 Mei 25

Bahaya Kemalasan dan Pentingnya Etos Mujahadah

Beliau juga mengingatkan tentang bahaya kemalasan, sebagai kebalikan dari mujahadah. Dalam sebuah hadits dikatakan:

«كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ أَبَى»
قَالُوا: وَمَنْ يَأْبَى يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: «مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الْجَنَّةَ، وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى»

“Setiap umatku akan masuk surga, kecuali orang yang enggan.”
Para sahabat bertanya, “Siapa yang enggan, wahai Rasulullah?”
Beliau menjawab, “Siapa yang taat kepadaku, maka ia masuk surga. Dan siapa yang durhaka kepadaku, maka sungguh ia telah enggan.”

Kemalasan dalam menuntut ilmu dan menjalani proses pendidikan bisa menjadi penghalang utama menuju kesuksesan. Allah pun menyebut manusia sebagai:

“… Sesungguhnya manusia itu sangat zalim dan sangat bodoh.”
(QS. Al-Ahzab: 72)

Namun kebodohan di sini bukan dalam hal intelektual, melainkan karena menolak kebenaran dan malas untuk menerima nasihat. Orang seperti itu disebut oleh Al-Qur’an sebagai bagian dari kaum jahiliyah.

Apel pagi 24 Mei 25

Penutup: Semangat, Tekad, dan Doa

Sebagai penutup amanahnya, Ustadz Masrur mengajak seluruh santri untuk terus mengembangkan diri, memperkuat etos belajar, dan menjauhi sikap malas. Beliau menyampaikan doa:

“Semoga kita semua dijauhkan dari kategori orang yang bermalas-malasan. Insya Allah, dengan tekad yang kuat dan semangat yang kita miliki, kita bisa meraih apa yang kita inginkan.

Apel pagi 24 Mei 25

Kesimpulan

Kegiatan apel pagi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan menjadi momentum penting untuk membangun karakter santri Al Binaa yang tangguh, bermental pejuang, dan senantiasa bersungguh-sungguh dalam belajar dan beribadah. Semoga semangat mujahadah yang ditanamkan sejak dini terus membekas hingga para santri menjadi generasi pemimpin yang kuat iman dan luas ilmu. Aamiin.

KRP 21MEI2025

Kado Rabu Pagi: Bekal 4D Santri Al Binaa Menuju Pemimpin Peradaban

Rabu, 21 Mei 2025 | Pukul 07.00 WIB
di Lapangan Basket Al Binaa Putra

Pagi itu, semangat para santri SMPIT Al Binaa kembali menyala dalam kegiatan rutin yang kini dikenal dengan sebutan Kado Rabu Pagi. Di suasana langit yang cerah dan udara sejuk di pagi hari, para santri berkumpul di lapangan basket untuk mengikuti sesi motivasi bersama Kepala Sekolah SMPIT Al Binaa, Ustadz Dr. Sulaeman, S.Pd., M.M.

KRP 21MEI2025

Dengan gaya khas yang penuh kehangatan dan candaan ringan, Ustadz Sulaeman membuka pertemuan dengan menyapa para santri dan melemparkan pertanyaan yang tidak biasa namun menyegarkan:

“Antum kalau melihat saya lihat apanya? Lihat peci saya? Atau mata saya? Hidung saya? Gigi saya? Atau celana, baju, jaket saya, atau dompet saya?” sambil tersenyum canda.

Seorang santri menjawab, “Jas!”
“Kenapa?” tanya beliau.
“Keren,” jawab santri itu polos.
Dengan penuh apresiasi, Ustadz Sulaeman menanggapi,

“Keren katanya… Alhamdulillah, terima kasih atas semangatnya untuk saya. Antum memberi semangat bagi saya. Begitupun saya, melihat antum semua adalah santri-santri yang sholih, yang sukses menuntut ilmu.”

Spontan para santri serempak menjawab, “Aamiin!”

“Menjadi sarjana-sarjana muslim!”
“Aamiin!”
“Menjadi ulama-ulama hebat dunia!”
“Aamiin!”
“Menjadi pengendali negara dan peradaban ini!”
“Aamiin!”
“Menjadi top-top leader di masa depan!”
“Aamiin!” (semakin keras)

Semangat dan harapan pun menyatu dalam gema doa-doa penuh keyakinan.

KRP 21MEI2025

Kunci Mewujudkan Cita-cita

Sebelum menyampaikan materi inti, Ustadz Sulaeman mengulas kembali nasihat yang disampaikan di pekan sebelumnya tentang tiga syarat utama untuk mewujudkan cita-cita, yaitu:

  1. Memiliki Keinginan atau Tekad – Semua keberhasilan berawal dari kemauan yang kuat.
  2. Memiliki Kemampuan – Termasuk bakat, minat, dan potensi yang diasah terus menerus.
  1. Menjalin Hubungan Baik dengan Sesama (Hablum Minannas) – Karena kesuksesan juga bergantung pada kerja sama dan dukungan sosial. Kecerdasan sosial, akhlak, dan kemampuan berinteraksi dengan baik sangat penting untuk mendukung pencapaian cita-cita.

“Kalau ketiga ini berproses dan diwujudkan, maka cita-cita kita bisa terwujud dengan baik. Maka peganglah baik-baik tiga poin ini.” pesan beliau.

KRP

Inti: Konsep 4D (Shoft Skills)

Setelah sebelumnya membahas tiga syarat utama dalam meraih cita-cita — yaitu memiliki tekad yang kuat, kemampuan yang diasah, dan kemampuan menjalin hubungan baik dengan sesama — pada sesi kali ini para santri diajak untuk lebih mendalami sisi kepribadian yang menjadi fondasi penting dalam mencapai tujuan hidup.

Ustadz Dr. Sulaeman menyampaikan bahwa aspek kepribadian atau soft skills juga memiliki peran besar dalam proses meraih kesuksesan. Karena itu, beliau memperkenalkan konsep 4D sebagai bentuk pengembangan diri dari sisi internal. Keempat aspek tersebut adalah:

KRP 21MEI2025
  1. Konsep Diri (Pemikiran)

Santri perlu memiliki cara pandang yang positif terhadap diri sendiri. Di Ma’had Al Binaa, konsep ini dibangun sejak awal para santri memulai perjalanan mereka melalui kegiatan Usbu’ Ta’aruf. Kegiatan ini menjadi bekal awal dalam membantu santri memahami jati diri mereka sebagai pribadi yang siap belajar dan berkembang di lingkungan Ma’had Al Binaa.

  1. Citra Diri (Branding)

Citra diri adalah bagaimana santri menampilkan dirinya di mata orang lain.

“Citrakan dirimu sebagai santri sejati: santun, disiplin, dan punya integritas,” tegas beliau.

KRP 21MEI2025

3. Harga Diri

Seorang santri dituntut bukan hanya cerdas dalam ilmu, tetapi juga mulia dalam sikap. Dengan memiliki rasa percaya diri dan menyadari bahwa dirinya bernilai, ia akan mampu menjaga kehormatan diri. Menjaga adab, etika, dan nama baik adalah cermin penghargaan terhadap jati diri sebagai seorang santri.

  1. Kualitas Diri

Santri yang baik adalah yang terus meningkatkan kualitasnya. Baik dalam hal akademik, spiritual, maupun sosial.

“Berikan yang terbaik dari dirimu, karena kualitas diri adalah investasi masa depan.”

KRP 21MEI2025

Penutup

Kado Rabu Pagi bukan sekadar rutinitas, melainkan momentum berharga untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan yang membentuk karakter santri unggul — baik dari segi akhlak, intelektual, maupun spiritual.

Melalui pemahaman dan pengembangan empat aspek kepribadian — Konsep Diri, Citra Diri, Harga Diri, dan Kualitas Diri — diharapkan para santri SMPIT Al Binaa mampu membangun jati diri yang kokoh, sehingga siap menghadapi berbagai tantangan dalam meraih cita-cita mereka.

Semoga setiap Rabu pagi menjadi pengingat akan tujuan besar para santri Al Binaa : menjadi pemimpin peradaban yang membawa cahaya Islam di masa depan hingga ke seluruh penjuru dunia.

Aamiin.

PSAJ KELAS IX ALBINAA

Bersama Doa dan Usaha: Langkah Awal Menuju Kelulusan PSAJ Kelas IX SMPIT Al Binaa

Bekasi, Senin 19 Mei 2025 – Ujian akhir bagi santri kelas IX SMPIT Al Binaa Islamic Boarding School resmi dimulai hari ini. Penilaian Semester Akhir Jenjang (PSAJ) akan berlangsung selama enam hari ke depan, tepatnya hingga Sabtu, 25 Mei 2025. PSAJ menjadi salah satu tahapan penting dalam penentuan kelulusan karena hasil PSAJ menjadi salah satu komponen utama dalam penentuan kelulusan santri kelas IX di akhir Tahun Pelajaran 2024/2025 ini.

PSAJ KELAS IX ALBINAA

Forum Rapat Pengawas PSAJ dengan Kepala Sekolah SMP (Ustadz Dr. Sulaeman, S.Pd., M.M.) 30 menit sebelum PSAJ dimulai

Pelaksanaan PSAJ dibagi dalam dua bentuk ujian:

soal pilihan ganda dan soal esai. Soal pilihan ganda dikerjakan oleh santri secara berbasis komputer di laboratorium komputer, sementara soal esai dikerjakan secara tertulis di ruang-ruang kelas. Pembagian ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan karakteristik soal sekaligus menjaga kenyamanan dan efektivitas pengerjaan ujian.

PSAJ KELAS IX ALBINAA

Peserta PSAJ di Lab. Komputer

PSAJ KELAS IX ALBINAA

Peserta PSAJ di ruang kelas

Motivasi Untuk Semangat Juang Santri kelas IX

Sehari sebelumnya, seluruh santri kelas IX mengikuti sesi motivasi khusus bersama Kepala Sekolah, Ustadz Dr. Sulaeman, S.Pd., M.M. Dalam arahannya, beliau memberikan dorongan semangat sekaligus mengingatkan para santri untuk bersungguh-sungguh dalam menghadapi ujian.

“Anak-anakku sekalian, ini bukan sekadar ujian biasa. PSAJ adalah bagian penting dalam penentuan kelulusan. Maka, hadapi dengan semangat, jujur, dan maksimal dalam usaha kalian,” ujar beliau.

PSAJ KELAS IX ALBINAA

Pembelajaran Kelas 7 & 8 Normal

Mengacu pada kalender pendidikan, setelah ujian PSAJ selesai, santri kelas IX akan kembali menjalani Ikhtibar Ma’had pada tanggal 2 hingga 5 Juni 2025 sebagai bentuk evaluasi pembelajaran diniyah. Sedangkan santri kelas VII dan VIII tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti biasa pada waktu tersebut.

PSAJ KELAS IX ALBINAA

Aktivitas pembelajaran kelas 7 & 8 normal

Pelaksanaan PSAJ hari pertama berjalan lancar dan tertib, dengan dukungan penuh dari tim panitia, guru, serta tenaga teknis laboratorium komputer. Suasana ujian pun berlangsung kondusif dan fokus, mencerminkan keseriusan para santri dalam menghadapi salah satu fase penting dalam jenjang pendidikan mereka.

SMPIT Al Binaa berharap seluruh santri kelas IX dapat menghadapi PSAJ ini dengan penuh tanggung jawab dan mendapatkan hasil terbaik. Aamiin

Lounching Pustaka Keliling

Membangun Budaya Literasi Sejak Dini: Launching Program Pustaka Keliling SMPIT Al Binaa

Apel Pagi yang Istimewa

Pada Sabtu, 17 Mei 2025, apel pagi di lapangan Aljasadul Wahid berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh seluruh santri serta asatidzah SMPIT Al Binaa. Petugas apel merupakan perwakilan kelas IX yang melaksanakan tugas terakhir mereka di penghujung semester genap. Sebagai Inspektur Apel, Ustadz Dr. Sulaeman, S.Pd., M.M. menyampaikan amanat mengenai pentingnya budaya membaca dan literasi sebagai dasar kemajuan umat. Beliau juga secara resmi meluncurkan program literasi “Pustaka Keliling (Pusling)”.

Lounching Pustaka Keliling

Pesan Literasi dari Hasil Penelitian Yale University

Dalam penyampaian amanatnya, Ustadz Dr. Sulaeman mengangkat pentingnya literasi membaca bagi kalangan santri juga semua civitas Al Binaa beliau mengutip sebuah hasil penelitian dari Yale University yang diterbitkan dalam jurnal Social Science & Medicine tahun 2016. Penelitian tersebut menyatakan bahwa membaca buku secara rutin minimal 30 menit per hari dapat meningkatkan kesehatan dan vitalitas tubuh hingga 20% dalam periode 12 tahun. Ini menunjukkan bahwa membaca tidak hanya memperkuat akal, tetapi juga berdampak nyata pada kesehatan mental dan kebugaran fisik seseorang.

Lounching Pustaka Keliling

Buku sebagai Gizi untuk Akal

Beliau menyampaikan bahwa setiap kalimat dalam buku mengandung pikiran, emosi, dan pengalaman penulisnya. Dengan membaca, artinya kita memberi nutrisi pada akal, sebagaimana makanan memberi nutrisi (gizi) pada tubuh. Oleh karena itu, membaca jangan dijadikan sebagai kegiatan sampingan, melainkan sebagai kebutuhan harian yang harus dijadwalkan secara khusus.

Lounching Pustaka Keliling

Ustadz Dr. Sulaeman menjelaskan bahwa setelah seseorang membiasakan diri membaca, tahap selanjutnya adalah menulis. Menulis merupakan bentuk kontribusi tertinggi dalam membangun peradaban. Meski begitu, menulis bukanlah hal yang mudah, melainkan sebuah tugas yang sangat berat bahkan bagi seorang profesor, doktor, atau ahli sekalipun. Untuk bisa menulis dengan baik, seseorang harus terlebih dahulu banyak membaca. Oleh karena itu, seluruh sivitas SMPIT Al Binaa didorong untuk membiasakan membaca buku cetak setiap hari, minimal selama 30 menit.

Lounching Pustaka Keliling

Literasi sebagai Bagian dari Spirit Qur’ani

Perintah membaca dalam Islam bukan sekadar anjuran, melainkan wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui ayat “Iqra” (Bacalah). Ini menunjukkan bahwa membaca adalah fondasi utama dalam membangun peradaban Islam.

Dan literasi dalam Islam bukan hanya soal membaca teks, tetapi juga memahami realitas sosial, sejarah, dan tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta.

Lounching Pustaka Keliling

Program Pusling: Mendekatkan Buku ke Santri

Setelah menutup sesi amanahnya, Ustadz Dr. Sulaeman meresmikan Launching Program Pustaka Keliling (Pusling) di SMPIT Al Binaa, yang diharapkan menjadi jembatan antara nilai-nilai keilmuan dan keimanan. Pusling adalah program gerobak literasi yang digagas oleh Ustadz Irfan Herdiansyah, selaku kepala perpustakaan pesantren Al Binaa. Gerobak ini membawa buku ke berbagai titik di lingkungan kampus A Al Binaa untuk mendorong budaya membaca yang lebih mudah diakses dan menyenangkan bagi para santri serta seluruh sivitas pesantren Al Binaa.

Dengan membaca, para santri diajak untuk berpikir, merasakan, dan bertindak berdasarkan nilai-nilai Islam. Literasi bukan sekadar alat untuk belajar, melainkan juga bagian bentuk ibadah dan jalan menuju akhlak mulia.

Lounching Pustaka Keliling

SMPIT Al Binaa terus mendorong budaya membaca melalui berbagai program literasi termasuk program lounching Pustaka Keliling dan fasilitas literasi lainnya. Targetnya, seluruh santri dan warga pesantren SMPIT Al Binaa terbiasa membaca buku setidaknya 30 menit per hari sebagai bagian dari upaya implementasi membangun peradaban berbasis ilmu.

IYSA COMPETITIONS

SMPIT Al Binaa Raih 3 Medali Bergengsi di Ajang Internasional IYSA 2025

Santri SMPIT Al Binaa Raih Prestasi Gemilang di Ajang Internasional IYSA 2025 

Jakarta, Apil 2025 — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh para santri Pondok Pesantren Al Binaa dalam ajang bergengsi International Youth Science and Innovation Fair (IYSA) 2025 yang diselenggarakan di Gedung Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki. Kegiatan ini berlangsung selama enam hari, mulai Senin hingga Sabtu, 21–26 April 2025, dan diikuti oleh pelajar dari berbagai negara yang menampilkan karya-karya inovatif di bidang sains dan teknologi.

Tiga tim dari santri Al Binaa Islamic Boarding Schoool kelas IX berhasil meraih 1 medali emas dan 2 medali perak dalam kompetisi inovasi ilmiah tingkat internasional ini.

IYSA COMPETITIONS
Emas untuk Inovasi Biogas Ramah Lingkungan

Kelompok pertama berhasil menyabet Gold Medal berkat inovasi bertema “Utilization of Kitchen Waste and Livestock Manure as Substrates in Biogas Production to Achieve Energy Independence in Al Binaa Islamic Boarding School.”

Tim yang terdiri dari Fathiraziq Hanan (IX G), Hasan (IX A), Muhammad Multazam Al Ghazali (IX F), dan Atilla Dhiy Ael Fajri (IX F), ini mengembangkan proyek pengolahan limbah dapur dan kotoran dari lingkungan pesantren menjadi biogas—sumber energi alternatif yang terbarukan.

Didampingi oleh pembimbing Ustadz Reno Yudistira, S.Pd, mereka memanfaatkan sampah sayuran dari dapur math’am dan limbah organik dari septic tank yang dikombinasikan dengan kotoran sapi sebagai starter bakteri metanogen. Reaksi pembentukan biogas terdiri dari tiga tahap: hidrolisis, pengasaman, dan metanogenik.

Proyek ini menggunakan alat sederhana seperti jerigen plastik dan biodigester tipe floating drum yang dilengkapi manometer dan beroperasi pada suhu 30°–40°C. Hasilnya, biogas yang dihasilkan memiliki nilai kalor cukup tinggi dan berpotensi untuk menggantikan kebutuhan gas LPG di pesantren.

Rencana implementasi langsung di Pesantren Al Binaa

Proyek ini digagas dan dibimbing oleh Ustadz Reno Yudistira, S.Pd, dengan tujuan mewujudkan kemandirian energi di lingkungan pesantren serta mengurangi ketergantungan terhadap gas LPG. Selain itu, inovasi ini juga berperan dalam pengelolaan limbah yang ramah lingkungan dan efisien secara ekonomi.

Dalam pernyataannya, Ustadz Reno menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian tim bimbingannya:

“Alhamdulillah meraih juara dan mendapatkan Gold Medal dalam lomba IYSA 2025 di Jakarta yang saya bimbing pertama kali ini adalah kehormatan dan kebanggaan bagi saya. Belajar dari pengalaman dan jangan takut mencoba hal baru. Semoga dengan acara ini kita jadi lebih menikmati kebersamaan, tambah kompak, dan semakin berkembang. We Are Al Binaa!!”

Rencananya, teknologi biogas ini akan segera diimplementasikan langsung di Pesantren Al Binaa, guna mendukung aktivitas memasak dan kebutuhan energi sehari-hari.
menjadikan proyek ini sangat relevan dan aplikatif. Selain menekan biaya operasional, penggunaan biogas juga mengurangi limbah dan memberikan solusi energi yang ramah lingkungan.

IYSA COMPETITIONS

Medali Perak – Polimer Ramah Lingkungan dari Sumber Hayati

Kelompok kedua yang terdiri dari:

  • Hudzaifah Al Humaid (IX A)
  • Dastan Zahir Manaf (IX F)
  • Qaishar Fadhil Dzihni (IX G)
  • Raikhan Rasheed Dzakiansyah (IX C)

mempresentasikan proyek bertema:

“Sustainable Synthesis of Polylactic Acid (PLA): A Comparative Study of Direct and Indirect Routes”

Proyek ini berfokus pada pembuatan bioplastik PLA (Polylactic Acid) dari sumber alami melalui dua metode sintesis, yaitu jalur langsung dan tidak langsung. Inovasi ini memiliki potensi besar dalam mengurangi penggunaan plastik berbahan dasar fosil dan mendukung keberlanjutan lingkungan.

IYSA COMPETITIONS

 Medali Perak – Bahan Bakar dari Tumbuhan Benalu

Dan berikutnya kelompok yang ketiga terdiri dari:

  • M. Syauqi Abrar (IX G)
  • M. Nabil Makarim (IX A)
  • M. Brilliant Aldeansyah (IX A)
  • Farel Rasya Fauzi (IX F)

kelompok ini juga mengangkat tema yang cukup unik:

“Utilization of Mistletoe Plants as a Sustainable Fossil Fuel”

Penelitian ini mengeksplorasi potensi tumbuhan benalu yang selama ini dianggap parasit, untuk dijadikan bahan bakar alternatif yang berkelanjutan. Dengan pendekatan ilmiah dan pemanfaatan bahan lokal, inovasi ini menawarkan solusi baru untuk energi terbarukan dari keanekaragaman hayati Indonesia.

Ucapan Selamat dan Harapan

Keberhasilan ini merupakan bukti bahwa para santri SMPIT Al Binaa tidak hanya unggul dalam aspek keagamaan, tetapi juga mampu bersaing dalam dunia sains dan inovasi global. Kepala Sekolah SMPIT Al Binaa menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta, pembimbing, dan tim pendukung:

“Kami bangga atas pencapaian ini. Semoga menjadi pemicu semangat bagi santri – santri lainnya untuk terus berkarya dan berinovasi menghadirkan sesuatu yang manfaat bagi ummat dan bangsa serta mengharumkan nama Al  Binaa.”

Dengan semangat “Islamic Excellence and Global Competence”, SMPIT Al Binaa terus berkomitmen mencetak generasi yang tidak hanya shalih, namun juga inovatif dan solutif terhadap tantangan zaman. Aamiin

APEL PAGI 10 Mei 25

Al ‘Alaq & Al Isra: Panduan Hidup Santri dalam Menuntut Ilmu dan Berdakwah

Apel Pagi yang Penuh Makna di Lapangan Al Jasadul Wahid

Sabtu pagi, 10 Mei 2025, SMPIT AL BINAA mengadakan apel pagi rutin yang berlangsung dengan khidmat di Lapangan Al Jasadul Wahid. Kegiatan apel ini dihadiri oleh seluruh santri, para asatidzah, serta staf dan karyawan SMPIT AL BINAA. Petugas apel pagi kali ini adalah para santri dari kelas 7C yang menjalankan tugasnya dengan baik dan penuh tanggung jawab.

APEL PAGI 10 Mei 25
Informasi Penting: Tabligh Akbar dan Jadwal Ujian

Mengawali amanah apel pagi, Ustadz Maulana, S.Pd.I, memberikan apresiasi khusus kepada para petugas apel yang telah melaksanakan tugasnya dengan disiplin dan rapi. Beliau juga menyampaikan beberapa informasi penting terkait agenda kegiatan sekolah dalam waktu dekat.

Pertama, beliau menginformasikan bahwa pada Ahad pagi esok hari akan diselenggarakan Tabligh Akbar sebagai sarana menambah ilmu syar’i bagi para santri. Acara ini diharapkan dapat meningkatkan semangat para santri dalam menuntut ilmu agama serta memperkuat pemahaman keislaman mereka.

Kedua, Ustadz Maulana menyampaikan bahwa kakak-kakak kelas 9 akan menghadapi Ujian Akhir Jenjang (UAJ) yang akan berlangsung mulai tanggal 19 hingga 25 Mei 2025. Beliau mengajak seluruh santri dan civitas akademika untuk turut mendoakan kelancaran dan kesuksesan ujian tersebut. Sementara itu, pelaksanaan ujian semester untuk kelas 7 dan 8 akan dimulai pada awal bulan Juni mendatang.

APEL PAGI 10 Mei 25
Amanah Pembina Apel: Iman, Ilmu, dan Amal sebagai Pilar Pendidikan

Melalui amanah apel pagi hari ini, Ustadz Maulana menyampaikan amanah yang penuh hikmah, beliau menanamkan nilai-nilai kesantrian juga tanggung jawab kepada seluruh santri, beliau juga menegaskan pentingnya menanamkan dan memahami tiga nilai utama dalam proses belajar dan berkegiatan sehari-hari di Ma’had AL BINAA, yaitu Iman, Ilmu, dan Amal (Dakwah).

Dalam penjelasannya, beliau menyampaikan bahwa Iman merupakan pondasi utama dalam membentuk karakter seorang muslim. Tanpa iman yang kuat, ilmu yang diperoleh tidak akan memberikan manfaat semestinya. Ilmu, lanjut beliau, adalah cahaya yang akan membimbing manusia dalam menjalani kehidupan. Namun, ilmu harus dibarengi dengan Amal, yaitu penerapan nilai-nilai yang telah dipelajari dalam bentuk dakwah, baik secara lisan maupun melalui teladan perbuatan.

Ustadz Maulana mengajak seluruh santri untuk menjadikan ketiga nilai tersebut sebagai pedoman dalam menuntut ilmu juga dalam interaksi sehari-hari di lingkungan pesantren/ kampus maupun di luar pesantren. Dengan mengamalkan nilai-nilai tersebut, diharapkan para santri SMPIT AL BINAA dapat menjadi generasi yang unggul dalam keimanan, keilmuan yang luas, dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan masyarakat.

APEL PAGI 10 Mei 25
Iqra’: Membaca sebagai Langkah Awal Menuntut Ilmu

Dalam amanahnya, Ustadz Maulana juga mengangkat salah satu hadits Rasulullah ﷺ yang sangat relevan dengan kehidupan para pelajar: “Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim.” Hadits ini menjadi pengingat bagi para santri untuk tidak berleha-leha dalam menuntut ilmu. Beliau menyoroti pentingnya membangun semangat belajar yang tinggi dan terus meningkat setiap harinya.

Menguatkan hal tersebut, beliau mengajak santri untuk kembali merenungi ayat pertama yang turun dalam Islam, yaitu “Iqra'” dari Surah Al-‘Alaq: اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ. Ayat ini mengandung perintah membaca sebagai langkah awal dari proses menuntut ilmu. Membaca, menurut beliau, adalah metode pembelajaran yang paling dasar namun sangat efektif. Karenanya, setiap proses belajar hendaknya diawali dengan membaca basmalah, sebagai bentuk adab kepada Allah dan permohonan keberkahan.

APEL PAGI 10 Mei 25
Tiga Tahap Pembentukan Pribadi Muslim yang Utuh

Ustadz Maulana kemudian mengaitkan proses belajar dengan tiga tahap utama dalam membentuk pribadi muslim yang utuh:

  1. Meningkatkan keimanan dan menuntut ilmu.
  2. Mengamalkan ilmu yang telah dipelajari dalam bentuk amal shalih dan menjauhi larangan.
  3. Berdakwah sesuai dengan kemampuan dan profesi masing-masing.

Setelah seseorang telah beriman kemudian ia memuntut ilmu lalu ia mengamalkan ilmu yang didapat dengan amal sholih maka selanjutnya ia dituntut mendakwahkan ilmunya, beliau menegaskan bahwa dakwah tidak terbatas pada mimbar dan ceramah. Dakwah bisa dilakukan melalui aktivitas sehari-hari. Sebagai contoh, seorang dokter yang menunjukkan sikap sabar dan memberi motivasi kepada pasien menyampaikan tentang keutamaan sabar dalam ujian—itu pun merupakan bentuk dakwah yang mulia. Begitu juga ketika seseorang mengajak temannya untuk shalat berjamaah saat mendengar kumandang adzan—itu pun termasuk dakwah.

APEL PAGI 10 Mei 25
Surat Al-‘Ashr: Fondasi Nilai Hidup Seorang Muslim

Ketiga prinsip ini beliau rangkum dalam kandungan Surat Al-‘Ashr yang berbunyi:

وَالْعَصْرِ ۝ إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ ۝ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih serta saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran.”

APEL PAGI 10 Mei 25
Pesan Penutup: Mimpi, Ikhtiar, dan Tawakal

Sebagai penutup, beliau menyampaikan pesan yang menginspirasi dan mengobarkan semangat:
“Bermimpilah setinggi-tingginya, bermimpilah seluas-luasnya, bermimpilah sebanyak-banyaknya. Namun iringilah mimpi itu dengan usaha, selimutilah dengan ikhtiar, dan akhiri dengan tawakal kepada Allah SWT.”

Dengan pesan tersebut, apel pagi ditutup dalam suasana penuh semangat dan kesadaran baru akan pentingnya menuntut ilmu, mengamalkannya, serta menyebarkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Baik dalam peranannya sebagai santri maupun sebagai generasi penerus yang tidak hanya belajar untuk diri sendiri, tetapi juga siap memberi manfaat kepada umat. Aamiin

APEL PAGI 26 APRIL 25

Dari Pagi Menuju Prestasi: Bekal Semangat Ala Ustadz Deddy

Pelaksanaan Apel Pagi

Rutinitas pekanan di hari Sabtu, 26 April 2025, SMPIT Al Binaa Islamic Boarding School mengadakan kegiatan Apel Pagi di Lapangan Al Jasadul Wahid. Kali ini, kelas VIII A bertugas sebagai petugas apel, dan Ustadz Deddy, S.E. menjadi Pembina Apel.

APEL PAGI 26 APRIL 25

Dalam sesi amanatnya, Ustadz Deddy memberikan tema inspiratif, yaitu “Perubahan Kecil, Hasil yang Luar Biasa.” Beliau menuturkan bahwa tema ini diambil dari buku Atomic Habits karya James Clear, dalam buku tersebut dijelaskan bahwa kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat membawa perubahan besar dalam kehidupan seseorang.

APEL PAGI 26 APRIL 25

Contoh Perubahan Kecil yang Berdampak Besar

Beliau memberikan contoh kebiasaan sederhana yang dapat memberikan manfaat besar bagi pelakunya, seperti :

  • Membaca satu halaman buku setiap hari = satu buku atau lebih selesai dalam setahun.
  • Tidur lebih awal 10 menit = bangun lebih segar keesokan harinya.
APEL PAGI 26 APRIL 25

Langkah Membentuk Kebiasaan Baik

Ustadz Deddy menyampaikan bahwa dari buku Atomic Habits terdapat empat teknik langkah untuk membangun kebiasaan baik yakni:

  1. Buat Kebiasaan yang Mudah Terlihat
    Misal: Letakkan buku bacaan di meja agar mudah diingat dan dibaca.
  2. Buat Kebiasaan Menjadi Menarik
    Misal: Gabungkan kebiasaan dengan hal yang disukai, seperti melakukan olahraga sebelum membaca buku.
  3. Buat Kebiasaan Jadi Mudah
    Misal: Melakukan olah raga ringan selama 5 menit lalu membaca 2 halaman buku, atau  seperti tidur 10 menit lebih awal.
  4. Buat Kebiasaan yang Memuaskan
    Contoh: Beri apresiasi kepada diri atau mencentang daftar tugas yang telah diselesaikan.
APEL PAGI 26 APRIL 25

Kutipan yang Menginspirasi

Ustadz Deddy mengutip sebuah ungkapan dari penulis buku Atomic Habits, James Clear, yang mengatakan:

“You do not rise to the level of your goals. You fall to the level of your systems.”
(“Kamu tidak akan naik setinggi tujuanmu. Kamu akan jatuh ke level sistem yang kamu miliki.”)

Dengan kata lain, jika kita tidak melakukan perubahan kecil secara konsisten — bahkan hanya 1% setiap hari — maka kita tidak akan mencapai tujuan besar yang kita impikan. Sebaliknya, kita akan terjebak pada kebiasaan dan sistem yang buruk.

Oleh karena itu, penting untuk membangun sistem / kebiasaan yang baik melalui langkah-langkah kecil namun konsisten. Karena dari situlah perubahan besar akan terjadi. Seperti dalam tahapan berikut:

Perubahan kecil → Perilaku baru → Identitas baru → Hidup baru

APEL PAGI 26 APRIL 25

Kesimpulan Amanat

Dalam penutup amanatnya, Ustadz Deddy kembali menegaskan bahwa perubahan besar tidak selalu berasal dari langkah yang besar, melainkan dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.
Semoga melalui kebiasaan baik yang terus kita lakukan setiap hari, setiap kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari. Aamiin.

APEL PAGI 19SEP25

Penguatan Karakter Santri Al Binaa Melalui Tiga Aspek Ketertiban

Pelaksanaan Apel Pagi

Hari Sabtu, 19 April 2025, SMPIT Al Binaa kembali melaksanakan kegiatan rutin Apel Pagi di Lapangan Al Jasadul Wahid. Kali ini, petugas Apel berasal dari kelas 7A, dan yang bertindak sebagai Pembina Apel adalah Ustadz Dr. Sulaeman, S.Pd., M.M.

APEL PAGI 19SEP25

Setelah memastikan barisan peserta Apel rapi dan siap, Ustadz Sulaeman menyampaikan amanat yang berfokus pada tiga aspek penting ketertiban, yaitu:

  • Tertib Kepemimpinan 
  • Tertib Kelas
  • Tertib Kebersihan Sampah
  1. Tertib Kepemimpinan

Ustadz Sulaeman menyampaikan bahwa dalam lingkungan Ma’had, kepemimpinan hadir dalam berbagai tingkatan, mulai dari para guru atau asatidz selaku wali kelas, hingga para santri yang dipercaya sebagai ketua kelas. Ketua kelas memiliki peran strategis dalam struktur organisasi kelas, termasuk dalam kegiatan seperti Apel Pagi. Ketua kelas harus menunjukkan inisiatif, tanggung jawab, dan kesigapannya sebagai bentuk nyata dari jiwa kepemimpinan. Salah satu wujud konkret dari kepemimpinan tersebut adalah terlibat aktif dalam menyiapkan pelaksanaan Apel bersama teman-teman sekelasnya.

APEL PAGI 19SEP25
  1. Tertib di Kelas

Beliau menegaskan pentingnya struktur kelas agar

berjalan dengan baik, terutama saat guru berhalangan hadir. Ketua kelas dan pengurus lainnya harus mampu mengondisikan suasana kelas agar tetap produktif. Misalnya, mengajak teman-teman menyelesaikan tugas yang dititipkan dengan baik, lalu melanjutkan diskusi dengan topik yang bermanfaat seperti kedisiplinan, peran remaja di era digital, atau membahas berbagai hobi yang bisa menjadi inspirasi bagi teman-teman.

Beliau juga mengingatkan, apabila ada santri yang merasa mengantuk atau kehilangan fokus saat pelajaran berlangsung, hendaknya segera mengambil inisiatif untuk berwudhu atau mencuci muka, tanpa harus menunggu teguran dari guru. Seorang santri tidak sepatutnya membiarkan dirinya terlelap di kelas, karena hal itu dapat menghambat proses belajar dan membuatnya tertinggal dalam memahami pelajaran. Sikap tanggap terhadap kondisi diri sendiri merupakan bagian dari kedisiplinan dan tanggung jawab dalam menuntut ilmu.

APEL PAGI 19SEP25

Maka, menjaga stamina selama proses pembelajaran menjadi hal yang sangat penting. Stamina belajar bukan semata soal mengonsumsi makanan bergizi atau minum vitamin, melainkan juga bergantung pada kekuatan tekad yang kuat dan niat yang sungguh-sungguh dan tulus untuk menuntut ilmu. Betapapun serius, membosankan, atau menjemukan materi yang dihadapi, seorang santri harus tetap fokus dan bersungguh-sungguh agar ilmu yang diperoleh tidak hanya bermanfaat, tetapi juga menjadi amal yang bernilai pahala di sisi Allah SWT. Dalam semangat tersebut, Ustadz Dr. Sulaeman pun mempersilakan para asatidz untuk menasihati atau menegur santri yang tertidur di kelas, sebagai bentuk kasih sayang dan kepedulian terhadap perjalanan mereka dalam menimba ilmu.

APEL PAGI 19SEP25
  1. Tertib Sampah

Pada aspek ini Ustadz Dr. Sulaeman juga menegaskan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan belajar, terutama di ruang kelas. Beliau mengajak seluruh santri untuk peduli terhadap kebersihan seperti memastikan ketika membuang sampah masuk pada tempatnya.

Pesan ini selaras dengan identitas Ma’had Al Binaa sebagai Sekolah Adiwiyata, yaitu sekolah dengan basis berbudaya lingkungan yang menjunjung tinggi nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan. Lingkungan yang bersih, hijau, dan nyaman akan mendukung suasana belajar yang lebih tenang dan menyenangkan.

Oleh karena itu, seluruh santri diharapkan berperan aktif menjaga kebersihan kelas maupun lingkungan sekitarnya, bukan hanya sebagai bentuk tanggung jawab, tetapi juga sebagai bagian dari akhlak mulia yang semestinya melekat pada diri setiap penuntut ilmu.

APEL PAGI 19SEP25

Penutup Amanat

Menutup amanatnya, Ustadz Dr. Sulaeman menyampaikan bahwa Ma’had Al Binaa adalah cerminan kecil dari sebuah bangsa, miniatur masyarakat, dan miniatur dari peradaban yang agung di masa depan. Di tempat inilah karakter dan akhlak dibentuk, dan jiwa ditempa—agar para santri kelak menjadi cahaya di tengah umat, pemimpin dalam kebaikan, dan pelita di tengah zaman.

Beliau pun memanjatkan doa, semoga setiap santri Al Binaa dianugerahi taufik dan kemudahan dalam meniti jalan ilmu dan menunaikan amanahnya sebagai penuntut ilmu di Ma’had tercinta ini.
Aamiin ya Rabbal ‘Alamiin.

APEL PAGI 19SEP25

Selanjutnya adalah sesi foto bersama perwakilan Kontingen Al Binaa yang akan mengikuti ajang Indonesian Young Scientist Association (IYSA) yang digelar pada 21–26 April 2025 di Gedung Teater JakartaKompetisi ini diikuti pelajar dan mahasiswa dari Indonesia dan mancanegara, sebagai ajang pengembangan potensi ilmiah dan inovatif.

Semoga tim Al Binaa meraih hasil terbaik dan membawa pulang prestasi membanggakan. Aamiin.